Simposium Menara Syariah & Universitas INCEIF (MSIUS) 2024 - Hari Kedua
AB.01, DK.03
8/9/20243 min read


Banten, Newsyariah.com - Hari kedua penyelenggaraan acara Menara Syariah & INCEIF Univerisity Symposium (MSIUS) 2024 di Menara Syariah yang disponsori oleh Nanobank Syariah, Bank Mega Syariah & Badan Pengelola Keuangan Haji pada hari Jumat (9/8/2024) dibuka dengan menampilkan video perjalanan Komisaris Menara Syariah, Harianto Solichin dalam pembangunan Menara Syariah sebagai Pusat Keuangan Syariah di Asia Tenggara, mulai dari mengadakaan Focus Group Discussion (FGD) dengan semua stakeholder tentang konsep menara syariah ke depannya dan melakukan MoU Signing Ceremony dengan berbagai pihak di seluruh negara khususnya negara-negara Islam, sampai bisa menjalankan berbagai event-event besar syariah seperti saat ini.
Selanjutnya sambutan dan penyampaian materi tentang "Pembinaan Ekosistem Keberlanjutan Keuangan Islam" oleh Presiden & CEO Universitas INCEIF, Prof. Dr. Azmi Omar, yang mengungkapkan bahwa ada dua strategi atau langkah penting dalam pembinaan ini ialah knowledge sharing dan resource mobilisation. Dan beliau sangat mengapresiasi Menara Syariah atas penyelenggaraan MSIUS ini, karena dua aspek penting dalam pembinaan keuangan islam, knowledge sharing dan resource mobilisation dapat terlaksana dan tersampaikan dengan baik.
MSIUS 2024 - Hari Kedua, Aset Digital Untuk Mendefinisikan Ulang Instrumen Keuangan Agar Memiliki Dampak Investasi dari Universitas INCEIF, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI)
Presiden & CEO Universitas INCEIF, Prof. Dr. Azmi Omar
Selanjutnya, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A mengupas tentang "Menanamkan Tradisi Dengan Inovasi, Wakaf Berkelanjutan & Iklim Keuangan di Indonesia Saat Ini". Pertama beliau mengapresiasi Masjid Al Khairiyah di Menara Syariah yang sejuk dan indah ini karena bisa berdiri di tengah-tengah PIK, selanjutnya beliau menyampaikan tentang inovasi keuangan syariah ini harus dapat digaungkan terus menerus karena kita harus sudah mulai hijrah ke prinsip-prinsip keuangan islam. Jangan pernah membenci gagasan-gagasan dialog seperti yang dilakukan saat ini karena dari dialog dapat lahir pemikiran baru. Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A juga menyampaikan sudah saatnya Asia Tenggara menjadi kiblat peradaban dunia muslim, khususnya di Indonesia dan di PIK ini, beliau juga sangat berterimakasih kepada Komisaris Menara Syariah, Harianto Solichin karena adanya Menara Syariah ini dan meminta untuk membesarkan lagi Menara Syariah.
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A
Lalu hadir pula Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas IPB, Dr. Irfan Syauqi Beik yang membahas tentang wakaf, yang menyatakan bahwa inovasi merupakan kunci perkembangan wakaf dan aspek-aspek wakaf di Indonesia sebenarnya sudah sangat beragam dan hanya perlu dikembangkan lagi ide-idenya, dalam hal ini harus dapat menggaet perangkat pemerintahan agar dapat ikut mendukung ide-ide baru tentang wakaf.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas IPB, Dr. Irfan Syauqi Beik
Ada pula forum pembahasan dan diskusi hari ini tentang "Aset Digital Untuk Mendefinisikan Ulang Instrumen Keuangan Agar Memiliki Dampak Investasi" yang akan dibahas oleh Dr. Laily Dwi Arsiyanti, Prof. Dr. Ziyaad Mohamed dari Universitas INCEIF, Vikra Ijas dari Asosasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), dan Dr. Sutan Emir. Lalu dilanjutkan dengan pembahasan "Kerangka Peraturan dan Masa Depan Keuangan Digital Islam untuk Inklusi Keuangan" yang akan dibahas oleh Prof. Dr. Ziyaad Mohamed dan Prof. Dr. Aishath Muneeza dari Universitas INCEIF, Dr. Irfan Syauqi Beik dari Universitas IPB dan Dr. Edi Setijawan. (AB.01 & DK.03)


Perwakilan Menara Syariah beserta Narasumber Pembicara MSIUS 2024 - Hari Kedua