Prof Nasaruddin Umar: Masjid Sebagai Penguatan Berkah dan Penguatan Ummat
AB.01 , DK.03
3/8/20252 min read
Banten, Newsyariah.com – Pemancangan Perdana Masjid Al-Ikhlas, PIK diawali dengan sholat jum’at yang dipimpin oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., yang menyampaikan makna masjid dalam kehidupan bermasyarakat mulai dari zaman Rasulullah SAW sampai saat ini.


Segala puji mari kita panjatkan kepada-Nya, karena dalam bulan suci ramadhan ini kita sedang berada dalam cikal bakal Masjid Al-Ikhlas.
Masjid dalam Al-Qur’an adalah “alladzi baarokna haulahu” yang artinya Allah pasti memberikan berkah di sekitar masjid tersebut.
Apa yang dimaksud masjid? Dari akar kata “sajada-yasjudu-sujuudan-masjidan” yang memiliki makna sajada artinya menundukan mahkota yang paling berharga bagi manusia ialah kepala, ke tempat yang paling rendah.
Sujud adalah tanda syukur seorang manusia terhadap akarnya, maka penyebab mabuk ialah disebabkan karena manusia tidak pernah mencium akarnya.
Masjid adalah tempat menundukan keangkuhan manusia di hadapan kebesaran Allah SWT.
Tujuan adanya masjid merupakan untuk menciptakan orang yang bersujud, sebetulnya lebih penting untuk membangun orang yang bersujud daripada membangun masjid, karena tanpa masjid pun orang bisa bersujud dimanapun, “al ardhu masjidan” atau permukaan bumi ini adalah masjid.
Namun kenapa harus membangun masjid? Karena disitu ada Jamaah dan Berkah, dalam ilmu fisika ada yang namanya sinergi melahirkan energi, yang dalam konteks masjid, Jamaah merupakan sinergi yang melahirkan Berkah sebagai energi.
Rasulullah SAW membangun masjid bukan hanya tempat beribadah, hanya 20% masjid digunakan untuk tempat bersujud dan 80% sisanya masjid digunakan untuk pemberdayaan orang yang bersujud atau penguatan ummat.
Masjidnya Rasullah SAW tidak hanya digunakan untuk bersujud, tapi juga sebagai balai pertemuan, tempat pertunjukan, dll.
Rasullah SAW dulu menggunakan masjidnya, sebagai tempat latihan bela diri, karena zaman Rasulullah SAW merupakan tiada hari tanpa perang, dan dilakukan di dalam masjid karena khawatir jika dilakukan di luar akan terjadi kebocoran informasi kekuatan perang. Lalu pada zaman Rasulullah SAW juga terjadi aktivitas jual-beli yang dilakukan di pekarangan masjidnya.
Jadi masjid ini dibangun harusnya dalam rangka penguatan berkah dan penguatan ummat, memberikan keberkahan dan kekuatan terhadap orang-orang disekitarnya.


Rencananya di Kawasan PIK ini total akan dibangun 3 masjid besar, yang pertama dan sudah dibangun, Masjid Al-Khairiyah, berada di Menara Syariah yang juga merupakan pusat ekonomi syariah dan mengawali pembangunan 3 masjid besar ini; lalu saat ini yang baru akan dimulai pembangunannya ada Masjid Al-Ikhlas; dan kemudian puncaknya akan dibangun Masjid Agung As’Adiyah di Kawasan PIK.
Mari kita mendukung pembangunan Masjid Al-Ikhlas ini dan masjid di tempat-tempat lainnya, yang semoga suara adzan ini dapat mengundang malaikat. Karena masjid merupakan markasnya malaikat, dimana ada satu kawasan tidak ada masjidnya, maka kawasan tersebut dapat dikuasai dan dipenuhi iblis. Semoga dengan hadirnya masjid-masjid ini akan hadir energi-energi baru, yaitu energi-energi malaikat yang bisa mengusir energi-energi jahat iblis.
Rasullah SAW juga mengatakan bahwa masjid merupakan tiang panjang langit, selama ada lailahaillallah bertalu-talu di satu tempat, maka langit tidak akan runtuh.
Jika tidak ada masjid, maka tidak ada lailahaillallah, dan jika tidak ada lailahaillallah, maka tidak ada yang menegakan tiang-tiang langit ini. (AB.01 & DK.03)