Konferensi Kepemimpinan Islam - Menara Syariah & BILIF (Brunei Institute of Leadership & Islamic Finance) 2024 - Hari Kedua

AB.01

9/11/20243 min read

Forum Diskusi Konferensi Kepemimpinan Islam, Menara Syariah & BILIF - Hari Kedua

Banten, Newsyariah.comHari kedua acara Konferensi Kepemimpinan Islam - Menara Syariah & BILIF (Brunei Institute of Leadership & Islamic Finance) 2024 dibuka dengan penyampaian dari Wakil Ketua Umum MUI 2020-2025, Dr. H. Anwar Abbas yang menyampaikan bahwa merasa bangga akhirnya Menara Syariah yang diidam-idamkan akhirnya berdiri megah, dan ini adalah langkah baik karena Indonesia bisa menjadi Pusat Keuangan Syariah di Dunia.

“Tetapi saya sedih karena teman tidak seiman kita ternyata jauh lebih serius, dan sangat berterimakasih kepada Pak Harianto karena perbedaan agama ini tidak menjadi halangan untuk mengantar negeri ini menjadi negara maju.” Ujar Dr. Anwar Abbas.

Ketua Umum MUI 2020 - 2025, Dr. H. Anwar Abbas

Buya Anwar Abbas menyampaikan, ekonomi syariah itu harus mengedepankan masalah keadilan karena yang dikhawatirkan saat ini adanya kesenjangan ekonomi di Indonesia dan meminta kepada Harianto Solichin semoga dalam mengelola Menara Syariah dapat memperhatikan keadilan masyarakat Indonesia karena jika dikaitkan dengan Maqashid Syariah ini adalah tujuan Agama Islam diturunkan untuk jiwa, akal, keturunan, harta dan lingkungan.

“Pak Harianto ini sangat rajin membangun networking atau dalam islam disebut dengan menyambung tali silaturahim. Jadi Pak Harianto banyak rezeki ini karena banyak menyambung tali silaturahim. Dan semoga akan tetap seperti ini. Aamiin.” Tutup Dr. Anwar Abbas

Wakil Menteri Agama Indonesia, K.H. Saiful Rahmat Dasuki

Selanjutnya dari Wakil Menteri Agama Indonesia, K.H. Saiful Rahmat Dasuki yang mengatakan bahwa maqashid syariah harus dapat menjadi kerangka berpikir dalam menjalankan ekonomi syariah yang nantinya ukuran keberhasilan ekonomi syariah adalah menggeser para penerima zakat menjadi pembayar zakat. Dan kalau ini bisa dilakukan akan menjadi sebuah nilai pengembangan ekonomi syariah.

“Instrumen besar di ekonomi syariah ini ada zakat dan wakaf dan ini bisa kita berdayakan karena sudah banyaknya lembaga-lembaga yang berdiri besar di negeri ini.” Ungkap Saiful Rahmat.

Wakil Menteri Agama Indonesia ini juga mengharapakan adanya pemimpin-pemimpin baru yang tidak bergantung pada profit bisnis tetapi juga keberhasilan dan kemaslahatan untuk masyarakat. Dan semoga harus lebih memperhatikan transparasi dan keamanan bagi masyarakat.

Saiful Rahmat juga mengapresiasi komitmen Komisaris Menara Syariah, Harianto Solichin dan Tim Menara Syariah karena dapat mengadakan pertemuan dan diskusi ini, yang semoga saja dapat menjadi semangat dan peluang mengembangkan ekonomi syariah.

Universitas Brunei Darussalam, Dr. Iznan Tarip

Lalu ada penyampaian dari Universitas Brunei Darussalam, Dr. Iznan Tarip, yang mengatakan bahwa tujuan ekonomi syariah harus selaras dengan maqashid syariah di semua tingkatan untuk mencapai maqashid yang sempurna dan strategi yang harus diterapkan ialah keseimbangan dunia dan kesucian hati yang dimiliki.

Kemudian dilanjutkan dengan Forum Diskusi Pertama tentang Kepemimpinan dengan Tradisi Nabi Muhammad SAW, yang diisi dari BILIF, Ida Nazrena Bujang; Universitas Brunei Darussalam, Dr. Iznan Tarip; Sekretaris Jenderal Kementrian Agama RI, Prof. Muhammad Ali Ramdhani; BPKH Badan Investasi Langsung dan Lainnya, Prof. Dr. M. Arief Mufraini.

Setelah lunch break dilanjut dengan Forum Diskusi Kedua tentang Bincang-Bincang CEO Tentang Rahasia Sukses yang diisi dari BILIF, Afero Eswandy Mohamad; Direktur Umum dan SDM, Abdur Rahman Irsyadi; Wakil Komisaris Bank Syariah Indonesia, Ir. Adiwarman Karim.

Lalu ditutup dengan Forum Diskusi Ketiga tentang Kepemimpinan melalui Inovasi dan Sukses Keberlanjutan yang diisi dari BILIF, Julius Hong; Presiden Direktur Nanobank Syariah, Halim; Co-Founder dan CEO Kitabisa.com, Vikra Ijas; Direktur Digital Banking, Bank Aladin Syariah, Firdila Sari. (AB.01)