Diskusi GASPERR dengan Satgas Perumahan Presiden Prabowo, Bonny dan Staff Khusus Kementrian PKP, Panangian tentang Program 3 Juta Rumah

AB.01

AB.01

11/2/20242 min read

Jakarta, Newsyariah.comPada Sabtu (2/11/2024) di Penang Bistro Gatot Subroto, GASPERR yang diinisiasi Asosiasi Perumahan yang mayoritas beranggotakan pengembang-pengembang rakyat kecil di daerah, antara lain; APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia), HIMPERRA (Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat), ASPRUMNAS (Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional), APPERNAS JAYA (Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya), PIN (Property Indonesia), dll, mengundang Satgas Perumahan, Bonny Z. Minang dan Staff Khusus Kementrian, Panangian Simanungkalit untuk berdiskusi lebih lanjut tentang Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Diskusi dibuka dengan penjelasan dari Satgas Perumahan, Bonny Z. Minang yang mengungkapkan bahwa tujuan awal dan akhir dari program 3 juta rumah ini merupakan cita-cita mulia Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

“Indikator kenaikan pertumbuhan ekonomi di sebuah negara ialah selalu dimulai dari dunia properti.” Ucap Satgas Perumahan Presiden Prabowo, Bonny Z. Minang.

Oleh karena itu, terbentuknya Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan, agar tujuan program 3 juta rumah ini terlaksana.

Seperti ucap Ketua Umum APPERNAS JAYA, Andriliwan Muhamad pada FORWAPERA (20/8/2024) lalu, bahwa Perumahan dan Infrastruktur sama pentingnya untuk kemajuan ekonomi bangsa ini dan tidak bisa hanya ditangani oleh pejabat setingkat direktur jenderal di sebuah instansi.

Lalu pada penyampaian keluh kesah yang dialami pengembang-pengembang kecil di daerah dimulai dengan Kuota FLPP yang dianggap kurang memenuhi target pembangunan yang dibutuhkan. Oleh karena itu, Kementrian PKP beserta Satgas Perumahan perlu mengkaji ulang berapa jumlah Kuota untuk memaksimalkan pencapaian program 3 juta rumah ini.

Seperti yang diketahui kekurangan kuota di tahun 2024 ini merupakan hawa panas untuk semua pengembang-pengembang kecil yang sangat mengharapkan flpp dalam membangun rumah subsidi mbr. Bahkan, Ketua Umum APERSI, Junaidi Abdillah mengungkapkan Kuota Tambahan yang dilakukan di bulan September berjumlah 34.000 unit ini sudah kembali habis di akhir Oktober kemarin.

“Oleh karena itu, kami mengusulkan kepada Pak Bonny untuk kembali melakukan penambahan kuota untuk di sisa 2 bulan 2024 ini.” Ucap Ketua Umum APERSI, Junaidi Abdillah.

Selanjutnya, terkait tentang Sertifikat yang berkembang di masyarakat kecil saat ini, Ketua Umum ASPRUMNAS, Muhamad Syawali Pratna, mengusulkan bahwa kembali dibentuknya kembali program Sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), karena PTSL ini merupakan jalan keluar bagi masyarakat dan pengembang kecil di daerah dalam kemudahan kepengurusan sertifikat secara cepat.

“PTSL ini dapat mempercepat pembangunan di desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Ucap Ketua Umum ASPRUMNAS, M. Syawali Pratna.

Selanjutnya, Satgas Perumahan, Bonny Z. Minang dan Staff Khusus Kementerian, Panangian Simanungkalit sangat mengapresiasi pertemuan-pertemuan seperti yang diadakan GASPERR ini, karena mereka berharap Asosiasi Pengembang harus dapat bersatu dengan tujuan menyuarakan kepentingan-kepentingan pengembang tanpa adanya saling menjatuhkan satu sama lain.

“Untuk segala usulan dan masukan sudah banyak kami terima dan pasti selalu diteruskan, dan dilakukan follow up secara cepat dan tepat kepada Pimpinan Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo dan Menteri PKP, Maruarar Sirait.” Ucap Satgas Perumahan, Bonny Z. Minang. (AB.01)